DUMAI, DISKOMINFOTIKSAN – Semangat literasi di Kota Dumai semakin menggeliat. Hal tersebut terlihat dalam rangkaian Festival Literasi Kota Dumai Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 22 hingga 24 September 2026.
Bunda Literasi Kota Dumai, Hj. Leni Ramaini, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber Kelas Literasi sekaligus menutup secara resmi rangkaian Festival Literasi Kota Dumai Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Dumai, Kamis (24/09/2026).
Festival Literasi tahun ini dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar maupun masyarakat umum. Mulai dari wicara literasi, berbagai perlombaan, hingga pameran stan literasi, seluruh rangkaian kegiatan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, mengembangkan dan menumbuhkan minat terhadap budaya literasi.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Leni Ramaini menekankan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun pola pikir, kreativitas serta kemampuan masyarakat dalam memahami dan mengolah informasi.
“Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana kita mampu membaca keadaan, memahami informasi dan mengembangkan pengetahuan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Karena itu, budaya literasi harus terus kita tumbuhkan, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Festival Literasi Kota Dumai yang menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana untuk mempertemukan pelajar, masyarakat, pegiat literasi dan berbagai pihak dalam membangun ekosistem literasi di Kota Dumai.
“Festival seperti ini memberikan ruang bagi anak-anak dan masyarakat untuk berekspresi, berkreasi dan menunjukkan kemampuan mereka. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak masyarakat yang terlibat,” harapnya.
Dengan berakhirnya Festival Literasi Kota Dumai Tahun 2026, diharapkan semangat membaca, belajar, berkarya dan berbagi pengetahuan tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi terus tumbuh menjadi budaya di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
(MediaCenter Dumai/HD)